• 13

    Nov

    A.M.E.R.I.K.A

    Dari berbagai negara, Amerika Serikat (AS) merupakan negara tersulit untuk memberikan visa. Selain prosedur yang panjang, juga karena penuh ketidakpastian. Disetujui atau tidak permohonan visa seseorang bagaikan menghitung bunyi tokek. Penuh misteri. Saya sudah tiga kali mengajukan visa AS. Pertama, tahun 2008 lalu. Saat itu, visa dimohonkan oleh Sekretariat Negara untuk keperluan mengikuti rombongan Presiden SBY ke Washington, DC untuk menghadiri KTT G-20. Permohonan visa diajukan sangat mepet hanya tiga hari menjelang keberangkatan. Permohonan visa menggunakan paspor biru (paspor dinas). Waktu yang mepet dan nama saya yang ke-A...
    Read More
  • 1

    Nov

    H.A.J.I

    saya bersama sahabat di Arafah pada 2006 lalu Tema kali ini cocok untuk mengawali semangat baru. Semangat untuk menulis lagi di blog, setelah sekian lama vakum. Alasannya sederhana: kurang cukup waktu! Klasik memang. Tapi itu fakta. Lah mengapa kok sekarang sempat menulis? Sekarang punya waktu luang? Kalau boleh jujur, ini sedikit memaksakan diri, memaksakan sebuah semangat. Kebetulan saat ini adalah bulan Dzulhijjah, bulan istimewa karena di bulan ini ibadah haji dilakukan jutaan orang di Tanah Suci Mekkah. Bagi saya, haji adalah semangat. Semangat untuk berkurban sebagaimana semangatnya Ibrahim menjalan...
    Read More
  • 7

    Aug

    Jurnalisme Orang Biasa

    Suatu saat saya ditanya sejumlah orang dalam pertemuan tertutup dengan sejumlah pejabat penting. Jurnalisme apa yang dikembangkan detikcom di era yang serba digital ini? Saya jarang mendapatkan pertanyaan itu. Semestinya orang-orang ini sudah tahu apa jurnalisme yang dianut detikcom, karena mereka juga membaca detikcom setiap hari. Karena barangkali ingin mendapat keterangan dari orang detik atau barangkali karena memang hanya basa-basi, akhirnya pertanyaan itu dilontarkan. Saya teringat diskusi dengan pemred detikcom Budiono Darsono mengenai hal-hal biasa saja beberapa waktu lalu. Dalam suatu diskusi yang ngalor ngidul itu tercetus istilah ‘Jurnalisme Orang Biasa’. Karena itulah, kepada orang-orang itu saya katakan bahwa jurnalisme yang dianut dan dikembangkan detikcom adal
    Read More
  • 29

    Apr

    Antara Bush dan SBY

    AS menjadi bahan pembicaraan lagi di Indonesia. Kali ini gara-gara Namru-2. Dalam sejarah hubungan bilateral AS-Indonesia, negeri kita ini selalu mengalah. Padahal, sejak 1998-1999, Panglima ABRI maupun Menlu sudah meminta Namru diakhiri. Tapi, hingga kini tetap saja laboratorium medis yang dinaungi Angkatan Laut AS itu masih saja beroperasi. Menkes Siti Fadillah Supari yang paling lantang dalam hal ini. Dia tidak ingin pemerintah RI lembek di depan pemerintah AS. Seperti apa sih gaya pemerintah kita bertemu Bush? Saya berkesempatan menjepret pertemuan SBY dan Bush di sela-sela pertemuan APEC September 2007 lalu di Sydn...
    Read More
  • 25

    Apr

    I Have Never Smoked (Ma Adkhontu Abadan)

    Sejak umur 12 tahun, saya sudah hidup di lingkungan yang tidak menoleransi rokok. Bisa dikatakan, rokok di lingkungan baru saya ini adalah haram. Di kampus dan kompleks yang saya diami ini, benar-benar bebas rokok. Siapa yang berani merokok, maka hukumannya adalah rambut melayang, kepala harus gundul. Malu! Sungguh pendidikan yang sangat-sangat berharga. Selain sudah dijauhkan dari rokok yang mematikan nyawa dan melenyapkan harta itu, saya juga mendapat pendidikan untuk beraksi menyelamatkan lingkungan. Lingkungan yang saya tempati jadi bersih, tak ada asap rokok, tak ada puntung rokok. Di dalam kompleks, rokok pun tak dijual. Wajar, bila kemudian ketika saya beranjak dewasa, menjadikan rokok sebagai musuh besar. Syaithon kabir, begitu orang Arab menyebutnya. Dan hingga saya berusia 34
    Read More
  • 24

    Apr

    Dari Sembilan Jadi Lima

    Pemilu 2009 satu tahun lagi. Perangkat-perangkat Pemilu 2009 sudah dibentuk pemerintah. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merupakan perangkat terakhir yang dipilih DPR dan pemerintah. Hal-hal mengenai Bawaslu inilah yang menjadi topik ‘pers dan peristiwa’ Astro akhir Maret 2008 lalu. Dari sembilan menjadi lima, mengapa? Saya kebetulan menggantikan ‘pakar Pemilu’ yang juga Wakil Pemred detikcom, Didik Supriyanto menjadi salah satu narasumber. Didik tak bisa hadir karena kesibukannya berkuliah S2 ilmu politik di UI dan menjadi konsultan KPU. Selain saya, juga ada warta...
    Read More
  • 22

    Mar

    Bukan Habbiburahman, Tapi Habiburrahman

    Saya bukan pengkritik film. Tapi saya pengkritik salah ketik atau salah tulisan. Bagi saya, salah ketik/tulisan itu bisa membuat ketidaknyamanan dan gangguan terhadap pembaca. Setiap hari, tugas saya memang melototi berita-berita yang ada di detikcom. Namun, meski sudah diberlakukan waskat (pengawasan malaikat.. he he), namun masih juga banyak salah ketik yang lolos dari pengawasan. Tapi wajar saja, berita cepat to? Nah, tapi kali ini bukan soal tulisan berita. Ini soal film Ayat Ayat Cinta. Terus terang, saya terganggu. Saat menonton awal-awal film ini sambil memakan popcorn, mata saya terbelalak. Kamu ketahuan…. salah tulis. Tepatnya salah huruf, yang akhirnya menjadi salah nama. Nama Habiburrahman El Shirazy, pengarang novel Ayat Ayat Cinta ditulis salah. Coba saya dikoreksi,
    Read More
  • 20

    Mar

    A2C= Ayat Ayat Poligami yang Menyihir

    Mungkin sudah berjuta-juta komentar yang muncul merespons film Ayat-Ayat Cinta (A2C). Tak laki-laki-perempuan, tak muda dan tua. Selama berhari-hari, bioskop 21 di mana-mana, kota besar maupun kota kecil, selalu dijejali penonton A2C. Mengapa orang-orang seakan tersihir dengan A2C? Rasa penasaran terhadap sikap orang-orang yang menonton A2C inilah yang mengantarkan saya untuk akhirnya juga terjun ke 21. Bukan karena penasaran terhadap filmnya.. (saya bukan pengagum film, apalagi film roman. Saya lebih suka menonton film action, detektif…), tapi karena ingin melihat p...
    Read More
  • 16

    Mar

    Rompi KTT APEC

    Pelaksanaan APEC 2007 lalu di Sydney memperlihatkan paranoidnya Australia. Ini gara-gara ada Mr Bush, yang saat itu juga didemo oleh banyak aktivis. Kantor, sekolah diliburkan. Perjalanan kereta api dihentikan. Jalan-jalan di kawasan Sydney ditutup, dipasang pagar baja setinggi 3 meter. Wartawan yang meliput acara ini juga harus taat aturan. Termasuk mengenakan rompi. Ini jurus nekat. Karena seharusnya saya pakai rompi hijau untuk reporter. Ini daftar berdesak-desakan, akhirnya saya dapat rompi biru: untuk fotografer… Setelah dapat dan mengenakannya, bisa masuk kapal pesiar, menuju gedung Opera House. Kadang-kadang negara maju itu ya gak mutu. Terlalu banyak aturan, jlimet. Padahal, jelas-jelas saya sudah punya ID card APEC. He he…Begitulah kalau ada acara dihadiri oleh pem
    Read More
  • 16

    Mar

    Bergaul dengan Para Senior

    Usiaku masih 30-an tahun. Tapi, gara-gara statusku di perusahaanku, aku terbiasa bergaul dengan banyak orang yang lebih senior. Hal ini sudah saya jalani sejak beberapa tahun lalu. Kadang-kadang, akhirnya saya juga dianggap anak atau adik oleh mereka. Ada juga yang memanggilku si ragil. Saya sering mewakili pemimpin redaksiku, Budiono Darsono, dalam pertemuan-pertemuan yang dihadiri para pemimpin redaksi. Ini jelas tantangan buat saya. Saya harus beradaptasi dengan mereka. Kadang mereka bicara serius, tapi kadang-kadang sering guyon. Pengalaman paling mengesankan saat saya mengikuti kunjungan ke Malaysia yang diikuti para pemimpin redaksi media massa Indonesia. Ada Pimpinan Umum LKBN Antara Asro Kamal Rokan (sekarang sudah mantan), Pemimpin Redaksi Gatra Budiono Kartohadiprojo, Pemimpin
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post