Archive for March, 2008

Bukan Habbiburahman, Tapi Habiburrahman

Saturday, March 22nd, 2008

Saya bukan pengkritik film. Tapi saya pengkritik salah ketik atau salah tulisan. Bagi saya, salah ketik/tulisan itu bisa membuat ketidaknyamanan dan gangguan terhadap pembaca.

Setiap hari, tugas saya memang melototi berita-berita yang ada di detikcom. Namun, meski sudah diberlakukan waskat (pengawasan malaikat.. he he), namun masih juga banyak salah ketik yang lolos dari pengawasan. Tapi wajar saja, berita cepat to?

Nah, tapi kali ini bukan soal tulisan berita. Ini soal film Ayat Ayat Cinta. Terus terang, saya terganggu. Saat menonton awal-awal film ini sambil memakan popcorn, mata saya terbelalak. Kamu ketahuan…. salah tulis. Tepatnya salah huruf, yang akhirnya menjadi salah nama.

Nama Habiburrahman El Shirazy, pengarang novel Ayat Ayat Cinta ditulis salah. Coba saya dikoreksi, kalau saya salah lihat. Di film garapan Hanung Bramantyo ini, Habiburrahman ditulis dengan ‘Habbiburahman’. (more…)

A2C= Ayat Ayat Poligami yang Menyihir

Thursday, March 20th, 2008

Mungkin sudah berjuta-juta komentar yang muncul merespons film Ayat-Ayat Cinta (A2C). Tak laki-laki-perempuan, tak muda dan tua. Selama berhari-hari, bioskop 21 di mana-mana, kota besar maupun kota kecil, selalu dijejali penonton A2C. Mengapa orang-orang seakan tersihir dengan A2C? (more…)

Rompi KTT APEC

Sunday, March 16th, 2008

Pelaksanaan APEC 2007 lalu di Sydney memperlihatkan paranoidnya Australia. Ini gara-gara ada Mr Bush, yang saat itu juga didemo oleh banyak aktivis. Kantor, sekolah diliburkan. Perjalanan kereta api dihentikan. Jalan-jalan di kawasan Sydney ditutup, dipasang pagar baja setinggi 3 meter.

Wartawan yang meliput acara ini juga harus taat aturan. Termasuk mengenakan rompi. Ini jurus nekat. Karena seharusnya saya pakai rompi hijau untuk reporter. Ini daftar berdesak-desakan, akhirnya saya dapat rompi biru: untuk fotografer… Setelah dapat dan mengenakannya, bisa masuk kapal pesiar, menuju gedung Opera House.

Kadang-kadang negara maju itu ya gak mutu. Terlalu banyak aturan, jlimet. Padahal, jelas-jelas saya sudah punya ID card APEC. He he…Begitulah kalau ada acara dihadiri oleh pemimpin Adi Kuasa, Amerika. Selalu repot! apec.jpg

Bergaul dengan Para Senior

Sunday, March 16th, 2008

Usiaku masih 30-an tahun. Tapi, gara-gara statusku di perusahaanku, aku terbiasa bergaul dengan banyak orang yang lebih senior. Hal ini sudah saya jalani sejak beberapa tahun lalu. Kadang-kadang, akhirnya saya juga dianggap anak atau adik oleh mereka. Ada juga yang memanggilku si ragil.

Saya sering mewakili pemimpin redaksiku, Budiono Darsono, dalam pertemuan-pertemuan yang dihadiri para pemimpin redaksi. Ini jelas tantangan buat saya. Saya harus beradaptasi dengan mereka. Kadang mereka bicara serius, tapi kadang-kadang sering guyon. (more…)

Perjalanan Pendidikan yang Penuh Misteri

Saturday, March 15th, 2008

Perjalanan pendidikan saya penuh misteri, tidak sesuai dengan bayangan saya. Saya menghabiskan SD di sebuah desa di Kabupaten Jepara, sebuah kabupaten yang kurang terkenal, bila tidak ada Kartini dan ukir-ukiran. Menjelang lulus SD, saya berkeinginan masuk sebuah SMP yang bagus standar daerahku.

(more…)