Bukan Habbiburahman, Tapi Habiburrahman
Saya bukan pengkritik film. Tapi saya pengkritik salah ketik atau salah tulisan. Bagi saya, salah ketik/tulisan itu bisa membuat ketidaknyamanan dan gangguan terhadap pembaca.
Setiap hari, tugas saya memang melototi berita-berita yang ada di detikcom. Namun, meski sudah diberlakukan waskat (pengawasan malaikat.. he he), namun masih juga banyak salah ketik yang lolos dari pengawasan. Tapi wajar saja, berita cepat to?
Nah, tapi kali ini bukan soal tulisan berita. Ini soal film Ayat Ayat Cinta. Terus terang, saya terganggu. Saat menonton awal-awal film ini sambil memakan popcorn, mata saya terbelalak. Kamu ketahuan…. salah tulis. Tepatnya salah huruf, yang akhirnya menjadi salah nama.
Nama Habiburrahman El Shirazy, pengarang novel Ayat Ayat Cinta ditulis salah. Coba saya dikoreksi, kalau saya salah lihat. Di film garapan Hanung Bramantyo ini, Habiburrahman ditulis dengan ‘Habbiburahman’. 
Karena setiap hari berkutat dengan tulisan, saya pun terganggu. Penulisan salah ini juga pasti mengganggu orang-orang yang paham bahasa Arab atau minimal pernah belajar bahasa Arab. Kalau Habiburrahman, jelas artinya Kekasih Arrahman (Kekasih Tuhan). Tapi, kalau Habbiburahman? Aku tidak tahu artinya apa.
Jangan-jangan memang nama penulis Ayat Ayat Cinta itu salah huruf? Saya tak yakin, karena sepertinya keluarga Habiburrahman memang orang pesantren. Saya kemudian cek buku novel Ayat Ayat Cinta di Toko Buku Gramedia. Dan ternyata memang nama Habiburrahman ditulis salah di dalam film Ayat Ayat Cinta ini. Di novel, tercantum ‘Habiburrahman El Shirazy’.
Bagian sebagian orang, mungkin itu kesalahan kecil. Tapi, bagi saya, itu adalah kesalahan besar. Siapa orang yang mau namanya ditulis salah? Apalagi kalau sampai mengubah arti. Saran ke depan, sebaiknya selain mengedit visual, orang-orang film juga harus mengecek dengan teliti tulisan nama.
Saya belum menemukan tulisan di media mengenai kesalahan tulis nama itu. Padahal ini cukup penting. Mungkin juga Habiburrahman atau teman-teman dekatnya juga belum sadar akan kesalahan ini. Padahal, nama bagi penulis novel/sastrawan itu sangat penting.
Kesalahan nama ini bila tidak dikoreksi akan terus salah di kemudian hari. Cek saja ke Google. Ketik keyword: Habbiburahman El Shirazy. Oleh Google, dikasih warning: “Mungkin maksud Anda adalah: Habiburrahman El Shirazy”. Tapi, saat ini sudah terlanjur banyak orang/media yang salah tulis. Sudah berhalaman-halaman kesalahan terjadi. Siapa yang menanggung salah?
March 23rd, 2008 at 06:57
wahh thanks ya atas infonya
gw g sadar loh
April 24th, 2008 at 23:10
biar aja salah, wong pilemnya juga ancur!
April 26th, 2008 at 02:10
maap nih, penulisan link “pasukan detkcom” di blogroll juga kurang tepat bang .. yang bener http://blogdetik.com/insidedetikcom.php
bener ya .. salam nama link aja bisa ke arti dan tujuan yang berbeda
August 28th, 2008 at 16:27
hahahaha..

mantaff deh emang.. sgitu detailnya mas..
ga sadar..
ngg..
ga penting juga sih..
hahahaha..
piss ah!
September 30th, 2008 at 10:07
ada yang lebih parah lagi bang! seingat saya penulisan alhamdulilah bahs arab dalm schedule fakhri juga salh.