Dari Sembilan Jadi Lima

24 Apr 2008

Pemilu 2009 satu tahun lagi. Perangkat-perangkat Pemilu 2009 sudah dibentuk pemerintah. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merupakan perangkat terakhir yang dipilih DPR dan pemerintah. Hal-hal mengenai Bawaslu inilah yang menjadi topik ‘pers dan peristiwa’ Astro akhir Maret 2008 lalu. Dari sembilan menjadi lima, mengapa? asyastroblog.jpg

Saya kebetulan menggantikan ‘pakar Pemilu’ yang juga Wakil Pemred detikcom, Didik Supriyanto menjadi salah satu narasumber. Didik tak bisa hadir karena kesibukannya berkuliah S2 ilmu politik di UI dan menjadi konsultan KPU. Selain saya, juga ada wartawan Malah Tempo Wenseslaut Manggut dan anggota Bawaslu Wahidah Suaib. Host acara talk show ini, seperti biasa, Bung Riza Primadi.

Syuting yang dilakukan di rumah Alexandra di kawasan Kemang, Jakarta Selatan itu memakan waktu hanya sekitar 40 menit. Memang program ini hanya berdurasi tayang 30 menit.

Dalam perbincangan yang cukup santai di bawah rindangnya pepohonan di rumah Alexandra, intinya dibahas mengenai peran Bawaslu di Pemilu 2009 nanti. Tepatnya, meragukan badan ini bisa melakukan tugas-tugasnya sebagaimana yang diamanatkan UU.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah semakin minimnya jumlah anggota Bawaslu dan semakin miskinnya variasi background dari personel Bawaslu. Tahun 2004 lalu, jumlah anggota Panwaslu (dulu Panitia Pengawas Pemilu, badan ad hoc), mencapai 9 orang. Background dari mereka juga beragam, ada akademisi, ada wartawan, ada LSM, ada polisi, dan jaksa.

Saat ini, anggota Bawaslu tak ada dari unsur wartawan, polisi, dan jaksa. Jumlahnya pun hanya 5 orang. Sebagian besar mereka adalah mantan Panwaslu Daerah dan LSM. Terus terang saja, tidak adanya tiga unsur dalam personel Bawaslu ini akan merepotkan Bawaslu. Unsur pers berfungsi untuk menjembatani media massa dengan penyelenggaraan-penyelenggaraan Pemilu, sementara polisi dan jaksa berfungsi menjembatani penindaklanjutan kasus hukum yang ditemukan dalam Pemilu.

Namun, Wahidah Suaib, anggota Bawaslu yang terpilih dengan suara terbanyak dalam fit and proper test DPR, sangat percaya diri. Dia mengakui ada kekurangan-kekurangan itu, namun di sisi lain merasa diuntungkan dengan UU Pemilu yang semakin baik. Termasuk, melebarkan kewenangan Bawaslu.

Memang saat itu sempat disinggung, ada alasan apa pembuat UU mengurangi anggota Bawaslu/Panwaslu dari 9 menjadi 5 orang? Wahidah sendiri juga tidak tahu. Jangan-jangan memang parpol-parpol besar tidak mau diawasi. Apalagi selama ini melakukan pelanggaran menjadi salah satu hobi sebagian para anggota dewan. Tidak hanya soal Pemilu, termasuk juga dalam hal korupsi….


TAGS pemilu


-

Author

Search

Recent Post