Saya bukan pengkritik film. Tapi saya pengkritik salah ketik atau salah tulisan. Bagi saya, salah ketik/tulisan itu bisa membuat ketidaknyamanan dan gangguan terhadap pembaca.
Setiap hari, tugas saya memang melototi berita-berita yang ada di detikcom. Namun, meski sudah diberlakukan waskat (pengawasan malaikat.. he he), namun masih juga banyak salah ketik yang lolos dari pengawasan. Tapi wajar saja, berita cepat to?
Nah, tapi kali ini bukan soal tulisan berita. Ini soal film Ayat Ayat Cinta. Terus terang, saya terganggu. Saat menonton awal-awal film ini sambil memakan popcorn, mata saya terbelalak. Kamu ketahuan…. salah tulis. Tepatnya salah huruf, yang akhirnya menjadi salah nama.
Nama Habiburrahman El Shirazy, pengarang novel Ayat Ayat Cinta ditulis salah. Coba saya dikoreksi, kalau saya salah lihat. Di film garapan Hanung Bramantyo ini, Habiburrahman ditulis dengan ‘Habbiburahman’. (more…)